Selasa, 05 Oktober 2010

Harga Selang dan Regulator SNI Rp 15 Ribu dan Rp 20 Ribu

JAKARTA, (PRLM).- Sekretaris Menko Kesra, Indroyono Soesilo menjelaskan bahwa Tim Penanggulangan Dampak Ledakan Tabung Gas telah memutuskan produksi dan distribusi selang dan regulator oleh Pertamina mulai pekan ini. Dalam rapat yang dipimpin Wapres Boediono pada Sabtu (3/7), Tim juga memutuskan distribusi selang dan regulator untuk tahap pertama akan dilakukan di wilayah Jabodetabek.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau untuk segera mengganti selang dan regulator yang telah digunakan selama setahun. Pertamina akan mendistribusikan selang dan regulator di 200 agen miliknya yang tersebar di Jabodetabek. Harga selang dan regulator masing-masing dibanderol senilai Rp 15.000,00 dan Rp 20.000,00 di tingkat agen.

"Iya itu sudah diputuskan. Untuk tahap pertama, di 200 agen yang ada di Jabodetabek. Diupayakan secukupnya," ujarnya.

Dalam selang dan regulator yang diproduksi Pertamina itu akan diberi tanda tanggal pembuatan dengan garansi selama satu tahun. Dengan demikian, pemerintah berharap agar masyarakat tidak sembarangan lagi membeli selang dan regulator.

Mengutip laporan dari Kementerian Perindustrian, Indroyono menjelaskan bahwa pemerintah dan Polri berhasil menemukan selang dan regulator yang beredar di pasaran itu buatan industri rumahan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara."Itu sudah kami perintahkan untuk ditarik dari pasaran karena tidak sesuai SNI," ucapnya.

Disinggung mengenai banyaknya selang dan regulator serta tabung impor, Indroyono mengatakan bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk tidak mengimpor lagi karena semua pabrik di dalam negeri sudah mampu memproduksi sesuai SNI.

Awas! Selang dan Regulator Elpiji Abal-abal Beredar

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui adanya temuan produk selang dan regulator tabung elpiji non-standar yang beredar di toko-toko moderen seperti hiper market. Masyarakat diminta waspada pada saat membeli produk-produk tersebut.

“Kami malam ini akan telepon Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) agar produk-produk itu diamankan dulu. Surat akan menyusul,” kata Direktur Pengawasan Barang dan Jasa Kemendag Inayat Iman di kantornya, Senin (14/6/2010).

Menurut Inayat dasar langkah itu tidak terlepas dari temuan timnya yang menemukan barang-barang selang dan regulator non standar di toko-toko moderen termasuk toko moderen yang ternama. Temuan tersebut telah membawa temuan baru berupa pabrik dan toko grosir penjual produk tersebut di Jakarta.

Dikatakannya masyarakat patut mengetahui saat membeli regulator, setidaknya regulator yang berstandar baik akan memiliki tanda SNI dan nomor pengenal barang (NPB) dicetak secara timbul (diembos) dibagian atas regulator. Sementara untuk selang yang berstandar memiliki panjang 1,8 meter dan dibagian selangnya ada tulisan SNI.

Masyarakat juga tak boleh sungkan-sungkan untuk membuka selang saat membelinya untuk memastikan ada tanda SNI di selang. Mengingat ada beberap produk selang sudah ditambahi asesoris pelindung anti gigitan tikus.

Inayat menambahkan inspeksi mendadak pada hari ini setidaknya ditemukan dua lokasi yaitu Toko Bandung yang berlokasi di Ruko 117 Jalan Jayakarta Jakarta Barat ditemukan sebanyak 27 koli regulator tabung elpiji yang diduga tak memenuhi standar dan selang

Sementara di lokasi kedua yaitu di pabrik home industri yang berlokasi di Komplek Duta Harapan Indah Teluk Gong Kapuk Muara Blok VV RT 08/02, ditemukan sebanyak 30 dus (1 dus 50 buah) regulator diduga tak berstandar. Selain regulator pihaknya juga menemukan sebanyak 27 koli selang dan 5.153 selang di lokasi yang sama.

“Kami sudah melakukan pengintaian sejak dua minggu lalu. Semenjak barang itu kami temukan di pasar, kami terus melakukan pencarian,” jelasnya.

Menurutnya khusus untuk produk selang dan regulator pihaknya telah melakukan pengawasan intensif di beberapa lokasi seperti Jabodetabek dan Surabaya sebagai crash program. Hal ini penting karena pada produk-produk terkait konversi energi sudah ada 5 SNI wajib yang harus dipatuhi yaitu SNI tabung, valve, selang, regulator, dan kompor.

Saat ini khusus untuk tabung elpiji, pihak kepolisian telah melakukan pengawasan intensif dan sudah melakukan tindakan bagi para pelanggar. “Dua-tiga minggu mendatang kita akan masuk ke tabung,” jelasnya. (sumber : detik)


Pabrik Regulator dan Selang Elpiji Ilegal Ditutuppabrik-elpijiluar

Tim gabungan pemerintah telah menutup operasi pabrik (home industry) yang memproduksi selang dan regulator tabung gas elpiji yang diduga tak berstandar.

Lokasi pabrik berada di Komplek Duta Harapan Indah Teluk Gong Kapuk Muara Blok VV RT 08/02. Pabrik tersebut menempati 5 ruko 3 lantai yang menhasilkan perakitan produk-produl selang, regulator tabung elpiji merek Hitachi, Rinnai, dan International.

Direktur Pengawasan Barang Beredar Kementerian Perdagangan Inayat Iman mengatakan berdasarkan temuan sementara bahwa pabrik tersebut memproduksi barang tak sesuai dengan standar yang diduga berasal diimpor dari China.

“Kita lakukan pengamanan, akan ditutup sampai dia (pemilik) bisa mengklarifikasi,” kata Inayat di lokasi sidak Kapuk, Jakarta Senin (14/6/2010)

Ia menuturkan berdasarkan temuan di lapangan banyak selang dan regulator tabung elpiji di lokasi pabrik yang tak memiliki tanda SNI, meski ditemukan beberapa produk yang berlogo SNI namun harus dilakukan uji lab kembali.

“Tentunya setelah klarifikasi (terbukti) maka akan dilakukan penarikan barang yang telah beredar di pasar,” katanya.

Barang-barang yang diproduksi dilokasi pabrik ini diperkirakan sudah dipasarkan di beberapa pasar lokal termasuk di antaranya toko ritel moderen.

Inayat juga mengatakan penggunaan produk-produk regulator dan selang tak berstandar rentan terhadap kebocoran gas. Sehingga kasus-kasus tabung gas terbakar salah satunya dipicu oleh komponen-komponen tabung gas yang tak berstandar. (sumber : detik)

Senin, 04 Oktober 2010

Sebaiknya anda tahu : Setahun 33 Ledakan Gas LPG



Mungkin anda semuasudah banyak mendengan tentang tabung LPG yang meledak, ih…ngeri juga mendengarnya. Jadi takut dan was-was untuk menggunakan LPG, tapi karena udah te

rlanjur sering pakai ya tetap pakai :) . Tapi tetap waspada dan hati-hati dalam menggunkannya. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) mencatat terdapat 33 ledakan gas 3 kilogram sepanjang tahun ini. Menko Kesra, Agung Laksono mengatakan, data tersebut didapatkan dari Pertamina usai rapat koordinasi internal di Kantor Menko Kesra, Senin (28/6).

Jawa Barat menjadi wilayah tertinggi terjadinya ledakan dengan 12 kejadian. “Untuk Jabodetabek ada 10 ledakan,” tuturnya kepada wartawan. Dia menuturkan, kejadian ledakan gas tersebut terjadi bukan karena kualitas tabung gas dari pemerintah. “Dari data yang masuk ke kita, tidak ada (ledakan) karena tabung gas,” jelas Agung.

Agung menjelaskan, ledakan yang terjadi terjadi karena aksesoris tabung gas berupa selang, katup, dan regulator. Dari data yang dihimpun, ledakan gas tersebut paling banyak karena kualitas selang yang buruk sebanyak tujuh kejadian. “Untuk karena regulator rusak sebanyak lima peristiwa, dan katup sebanyak empat,” jelasnya. Sementara, sisanya adalah insiden yang tidak jelas penyebabnya.

Mengenai adanya korban, dia melanjutkan, terdapat dua korban meninggal akibat ledakan gas 3 kilogram. “Untuk korban luka-luka, kita belum menerima laporan,” ujar mantan Ketua DPR RI tersebut.

Menko Kesra mengatakan, masyarakat seharusnya memperhatikan cara pemakaian aksesoris tabung gas. “Seharusnya penggunaan aksesoris tabung gas hanya untuk satu tahun saja. Untuk selebihnya sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi (pemakaiannya).”

SUMBER: REPUBLIKA.CO.ID

Apakah penyebab kompor gas meledak?

Meledaknya kompor LPG baik yang dengan tabung gas 3 kg maupun dengan yang 12 kg terjadi berulang ulang beberapa waktu belakangan ini. Korbannya pun banyak, baik yang luka bakar, ataupun yang meninggal dunia. Banyak sorotan ditujukan pada tabung gasnya sendiri. Mungkinkah tabungnya bermasalah?

Kalau dilihat dari proses pembuatan tabung gas, baik itu LPG 3 kg maupun yang 12 kg, terlihat pengawasan yang sangat ketat. Baik saat pembuatan bajanya yang dilakukan di PT Krakatau Steel, maupun saat pembuatan tabungnya di berbagai industri yang sebelumnya telah diaudit peralatannya dan prosesnya, sehingga kehandalannya dijamin. Baja untuk LPG 3 kg dibuat sesuai standar SG295 sedangkan untuk yang 12 kg dibuat dengan standar SG265. Untuk membuat baja tersebut ada aturan aturan yang ketat. Selain itu, setiap pabrik pembuat tabung diaudit sehingga tabung LPG mendapat sertifikat SNI. Dengan demikian, secara teoritis, maka tabung gas bukanlah tabung yang ecek ecek. Namun, gonjang ganjing masalah kompor gas meledak ini membuat pengiriman tabung gas baru ke pertamina tertahan.

Satu hal yang menarik adalah peristiwa meledaknya kompor gas yang beruntun hampir setiap hari, terjadi pada tahun 2010 ini. Kalau yang dituduhkan pada tabung gas, tentu harusnya hanya terjadi pada produk 3 kg saja, tidak pada yang 12 kg. Karena tabung gas 12 kg sudah dibuat sejak lebih dari 10 tahun lalu. Kalau itu karena tabung gas 3kg pun, mengapa terjadinya pada tahun 2010 ini, mengapa tidak sejak awal awal (walaupun di awal awal, terjadi juga kecelakaan, namun frekuensinya kecil dan disebabkan kecerobohan pemakai).

Kalau begitu, apa factor penyebab kompor gas LPG meledak? Telah kita ketahui bersama bahwa perangkat kompor gas bukan hanya tabung gas. Disana memang ada tabung gas. Tapi juga ada karet seal yang kecil ukurannya tapi sangat penting fungsinya karena berfungsi mencegah bocornya gas dari tabung ke luar. Selain itu ada regulator serta selang gas yang memungkinkan tabung gas mengalir dari tabung ke kompor. Terakhir adalah kompor gas sendiri. Regulator memiliki peralatan yang sangat penting yaitu stopper otomatis yang menghentikan aliran gas apabila api di kompor tidak menyala. Demikian juga kompor. Disana ada kran yang mengatur besar kecilnya aliran gas dan menutup aliran gas bila kompor tidak dipakai.

Karet seal ada umur pakainya, yaitu sekali pakai, buang. Tabung gas umur pakainya 5 tahun. Setelah 5 tahun Pertamina menghentikan pemakaian tabung tersebut. Makanya ada nametagpada tabung tersebut sebagai peringatan akan batas umur pakai. Nah, pertanyaannya, adakah aturan tentang regulator dan kompor? Ada sih seperti terlihat di referensi ini, tapi apakah dipatuhi oleh industri dan importir? Rasanya kurang dipatuhi. Padahal di kompor gas ada kran yang mengatur besar kecil aliran gas dan memutus aliran gas apabila kompor tidak dipakai. Bayangkan, kalau kran itu rusak (dol) dan gas tetap mengalir dari tabung, karena, kebetulan regulator juag bermasalah. Demikian juga dengan regulator. Setelah sekian tahun dipakai, mungkin saja katup berbentuk bola di dalam regulator menjadi kotor yang akibatnya tidak bisa berfungsi dengan baik.

Berdasarkan hal ini, ada 3 komponen penting yang terlupakan dari perhatian. Yaitu karet seal, regulator dan kompor. Pertanyaannya, siapakah yang membuat seal, regulator dan kompor itu? Sudahkah ketiga alat itu dibuat sesuai SNI? Memang sudah ada ketentuan tentang pencantuman SNI pada kompor gas termasuk komponennya seperti dapat dilihat disini. Namun pertanyaannya, apakah kompor yang dipakai dan dijual di pasar sudah memiliki SNI? Pertanyaan berikutnya, berapa lama umur pakai dari kompor gas dan regulator? Adakah ketentuan umur pakai dari kompor dan regulator?

Keempat komponen kompor gas, yaitu tabung gas, karet seal, regulator dan kompor memiliki kemungkinan kebocoran yang sama besarnya. Namun, perhatian atas keamanan produksi banyak ditujukan pada tabung gas sehingga pembuatan tabung gas dilakukan dengan seketat mungkin. Juga pengisiannya. Sayangnya tidak ada perhatian keamanan terhadap karet seal, regulator dan kompor. Regulator dan kompor boleh saja diimpor. Apakah importir mengikuti aturan sesuai SNI?

Baru baru ini ada berita razia selang dan regulator dan disana ditemukan regulator yang tidak memiliki SNI (1), (2) dan (3). Sayangnya tidak diberitakan produknya berasal dari mana, apakah diimpor dari Cina dalam keadaan utuh atau terpisah kemudian dirakit disini. Produk Cina tidak semuanya bagus. Yang jelek juga ada, dan dijual dengan harga murah. Barang yang harganya murah, umumnya tidak memenuhi ketentuan SNI. Ini berarti ada kemungkinan importir atau produsen perakit tidak menerapkan aturan SNI pada produknya. Tampaknya inilah yang berakibat banyaknya terjadi kebakaran akibat kompor gas elpiji.

Kamis, 30 September 2010

Awal Mula Tabung Gas LPG Meledak

Proses meledak gas LPG menjadi bahan ngerumpi semua orang. Karena ledakan gas LPG memang menjadi hot news di Indonesia. Ada yang bilang karena selang bocor, tabung gas LPG bocor dan karena sebab lain. Berita di televisi banyak memojokkan kondisi tabung gas LPG bocor. Tetapi benarkan proses meladak gas LPG karena tabung bocor?

Proses meledak gas LPG karena tabung bocor saya pikir terlalu kurang significant. Secara logika, bila tabung gas LPG bocor, maka isi gas LPG akan habis sebelum sampai ke konsumen. Sehingga menurut saya, proses ledakan gas LPG karena kebocoran tabung mempunyai prosentase kebenaran yang sangat kecil.

Bagaimana dengan proses meledak gas LPG karena selang bocor? Hal ini lebih masuk akal. Kualitas selang gas LPG ada yang murahan (kualitas buruk) ada pula yang kualitas super. Hati – hati pada saat pemasangan selang, perhatikan apakah klem untuk mengikat selang benar – benar kuat. Kebocoran biasa terjadi disini.

Proses meledak gas LPG yang paling sering terjadi adalah pada daerah regulator. Bukan karena regulatornya, tetapi proses pemasangan regulator pada tabung gas LPG yang kurang sempurna. Coba anda perhatikan klem pada regulator, disitu hanya terdapat 1 klem saja di satu sisi. Pada saat kita kunci klem tersebut, maka kaitan akan mengait ke tabung. Didalam ujung tabung LPG terdapat seal, nah disinilah proses kebocoran sering terjadi. Seal biasanya menutup kurang sempurna sehingga kebocoran gas terjadi. Yang harus dilakukan adalah mengganti seal supaya tidak terjadi kebocoran gas LPG.

Pertanyaannya adalah kenapa gas bocor kok meledak?

Kebocoran gas LPG dengan jumlah yang banyak pada ruang tertutup akan menjadi sumber ledakan. Pada saat seseorang dalam ruangan tersebut menyalakan lampu, hal ini bisa menyebabkan ledakan. Efek yang terjadi tidak hanya kebakar, tetapi meledak terlebih dahulu. Menyalakan lampu mengakibatkan percikan api, sehingga menjadi pemicu ledakan.

Nah, untuk itu bila anda mempunyai dapur, buatlah dapur dengan ventilasi yang lebar, sehingga bila terjadi kebocoran gas LPG, maka tidak terjadi proses meledak gas LPG.

Selasa, 21 September 2010


Malang - Untuk kesekian kalinya, akibat kebocoran gas elpiji 3 kilogram mengakibatkan korban luka bakar. Korbannya kali ini menimpa Zaini (60), warga Jalan Pelabuhan Tanjung Perak RT4/RW2, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, dan kini tengah menjalani perawatan
intensif di Ruang Buegenvill, Rumah Sakit Tentara Soepraoen Malang.

Dari keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Minggu (18/7/2010) sekitar pukul 06.00 WIB, korban bermaksud memasak air dengan menyalakan kompor elpiji miliknya. Sementara penghuni lain Sulikah (35), anak korban bersama suami dan kedua anaknya masih terlelap tidur.

Mendadak terdengar suara ledakan yang muncul bersamaan dengan suara jeritan korban di ruang dapur. Sontak seluruh penghuni dan tetangga dekat masih merupakan anak dari korban berlarian menuju sumber suara ledakan.

Saat itu korban ditemukan dalam kondisi tersungkur di lantai dapur dengan sejumlah bagian tubuh melepuh. Keluarga kemudian melarikan korban ke rumah sakit terdekat.

Akibat ledakan ini, atap dapur dan kamar yang berada di sebelah lokasi ledakan hancur berantakan.

Menurut Wasita (45), kakak kandung Sulikah, yang tinggal berdekatan dengan lokasi kejadian mengatakan, bahwa sebelumnya diketahui kompor tidak dapat menyala.

Diduga akibat ibunya menyalakan lampu dapur menyebabkan ledakan terjadi. "Kompor saat itu tidak bisa dinyalakan, hal itu diungkapkan ibu saya setelah kejadian. Mungkin karena menyalakan lampu dan kondisi gas sudah bocor mengakibatkan ledakan," terangnya.

Wasita juga mengaku, tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut baru satu hari ini diganti. Dan dirinya yang mengganti tabung baru tersebut. "Belinya di depan, baru satu hari dan saya yang memasangnnya," tegasnya.

Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kebocoran gas. Kasatreskrim Polresta Malang AKP Decky Hermansyah yang datang ke lokasi kejadian belum dapat memberikan keterangan saat ditanya penyebab dari kebocoran gas.

Guna bahan penyelidikan aparat kepolisian mengamankan tabung gas, regulator serta selang milik korban.

Rabu, 11 Agustus 2010

Nitrile butadiene rubber (NBR)

Nitrile rubber
Identifiers
CAS number9003-18-3
Except where noted otherwise, data are given for materials in their standard state (at 25 °C, 100 kPa)
Infobox references

Karet Nitrile, juga dikenal sebagai Buna-N, Perbunan, atau NBR, adalah kopolimer karet sintetis dari akrilonitril (ACN) dan butadiena. Perdagangan nama termasuk Nipol, Krynac dan Europrene.

Karet butadiena Nitrile (NBR) adalah keluarga dari kopolimer tak jenuh monomer butadiena 2-propenenitrile dan berbagai (1,2-butadiena dan 1,3-butadiena). Meskipun sifat fisik dan kimia berbeda-beda tergantung pada komposisi polimer tentang Nitrile, bentuk karet sintetis umumnya tahan terhadap minyak, bahan bakar, dan bahan kimia lainnya (Nitrile lebih dalam polimer, semakin tinggi resistensi terhadap minyak tetapi lebih rendah fleksibilitas material).

Hal ini digunakan dalam industri otomotif dan penerbangan untuk membuat selang bahan bakar dan penanganan minyak, segel, dan grommets. NBR kemampuan untuk menahan berbagai suhu dari -40 ° C sampai 108 ° C membuat material ideal untuk aplikasi aeronautika. Nitrile butadiena juga digunakan untuk membuat barang dibentuk, alas kaki, perekat, sealants, spons, busa diperluas, dan tikar.

Ketahanan NBR membuat bahan berguna untuk laboratorium sekali pakai, pembersihan, dan sarung tangan pemeriksaan. Nitrile karet lebih tahan dari karet alam untuk minyak dan asam, tapi memiliki kekuatan lebih rendah dan fleksibilitas. Nitrile sarung tangan yang tetap tiga kali lebih tahan tusukan dari sarung tangan karet alam.

Nitrile karet umumnya tahan terhadap hidrokarbon alifatik. Nitrile, seperti karet alam, dapat diserang oleh ozon, hidrokarbon aromatik, keton, ester dan aldehida.

Proses Produksi

Emulsifier (sabun), 2-propenenitrile, monomer berbagai butadiena (termasuk 1,3-butadiena, 1,2-butadiena), aktivator menghasilkan radikal, dan katalis ditambahkan ke kapal polimerisasi dalam produksi NBR panas. Air berfungsi sebagai media reaksi dalam kapal. Tangki tersebut dipanaskan sampai 30-40 ° C untuk memfasilitasi reaksi polimerisasi dan untuk mempromosikan pembentukan cabang di polimer. Karena beberapa monomer mampu menyebarkan reaksi yang terlibat dalam produksi karet Nitrile komposisi masing-masing polimer dapat bervariasi (tergantung pada masing-masing konsentrasi monomer ditambahkan ke tangki polimerisasi dan kondisi di dalam tangki). Satu unit mengulangi ditemukan di seluruh polimer tidak mungkin ada. Untuk alasan ini juga tidak ada nama IUPAC untuk polimer umum. Reaksi untuk satu porsi kemungkinan polimer ditunjukkan berikut ini:

1,3-butadiena + 1,3-butadiena-propenenitrile + 2 + 1,3-butadiena + karet 1,2-butadiena butadiena → Nitrile

Monomer biasanya diijinkan untuk bereaksi selama 5 sampai 12 jam. Polimerisasi dibiarkan berlanjut untuk konversi ~ 70% sebelum shortstop "" agen (seperti dimethyldithioarbamate dan hidroksilamin dietil) ditambahkan untuk bereaksi dengan radikal bebas yang tersisa. Setelah lateks yang dihasilkan memiliki "shortstopped", monomer yang tidak bereaksi dikeluarkan melalui uap di sebuah stripper lumpur. Pemulihan monomer yang tidak bereaksi adalah hampir 100%. Setelah pemulihan monomer, lateks dikirim melalui serangkaian penyaring untuk menghilangkan padatan yang tidak diinginkan dan kemudian dikirim ke tangki pencampuran dimana distabilisasi dengan antioksidan. Lateks digumpalkan polimer yang dihasilkan menggunakan nitrat kalsium, aluminium sulfat, dan agen coagulating lainnya dalam tangki aluminium. Substansi digumpalkan itu kemudian dicuci dan dikeringkan menjadi karet remah.

Proses untuk produksi NBR dingin sangat mirip dengan NBR panas. tank Polimerisasi yang dipanaskan sampai 5-15 ° C, bukan 30-40 ° C. Dalam kondisi suhu yang lebih rendah, kurang bercabang akan membentuk polimer (jumlah percabangan membedakan NBR dingin dari NBR panas).


Aplikasi

Menggunakan karet Nitrile termasuk sarung tangan non-latex untuk industri kesehatan, sabuk transmisi otomotif, selang, cincin O, gasket, segel minyak, sabuk V, kulit sintetik, roller printer, dan sebagai jacketing kabel; lateks NBR juga dapat digunakan dalam penyusunan perekat dan sebagai pengikat pigmen.

Tidak seperti polimer dimaksudkan untuk konsumsi, dimana inkonsistensi kecil dalam komposisi kimia / struktur dapat memiliki pengaruh yang menonjol pada tubuh, sifat-sifat umum NBR tidak diubah oleh struktur kecil / perbedaan komposisi. Proses produksi itu sendiri tidak terlalu rumit; polimerisasi tersebut, monomer pemulihan, dan proses koagulasi membutuhkan beberapa tambahan dan peralatan, tetapi mereka adalah tipikal dari produksi karet paling. Aparat yang diperlukan sangat sederhana dan mudah diperoleh. Untuk alasan ini, substansi yang diproduksi secara luas di negara-negara miskin di mana tenaga kerja relatif murah. Di antara produsen NBR tertinggi adalah Taiwan dan Cina. Pada bulan Januari 2008, Komisi Eropa yang dikenakan denda sebesar € 34.230.000 pada Bayer dan kelompok Zeon untuk menetapkan harga untuk Nitrile Butadiene Rubber, melanggar larangan Uni Eropa pada kartel dan praktek bisnis restriktif (Pasal 81 Perjanjian EC dan Pasal 53 EEA Perjanjian).